Terumbu karang

         Terumbu karang adalah ekositem perairan yang yang terdiri dari berbagai jenis flora dan pauna laut yang umumnya di domisili oleh karang batu .

Terumbuh terbentuk dari endapan-endapan massif kalsium karbonat pembentuk tumbuhan(karang hermatipik)darui filum cnidaria ,ordo scleractinia yang mampu bersimbisis dengan zooxantallea dan sedikit tambahan dari algae berkapur serta serta organism lain yang menyekresi kalsium karbonat.

        Karang pemmbentuk terumbuh (karang hermatipik) hidup berkloni ,dimana tiap individu karang disebut pperairolip yang menempati mangkuk kecil yang disebut koralit,dimana setiap koralit terdapat septa yang tajam dan berbentuk daun yang tumbuh keluar dari dasar koralit . septa ini merupakan hewan berkulit ganda ,dimana kulit paling luar disebut epidermis yang dipisahkan oleh sel jaringan  mati (mesogle)dan paling dalam disebut gastrodermis.

 

 

JENIS –JENIS TERUMBUH KARANG.

Terumbuh karang di Indonesia sbb:
Rataan terumbu (reef flat).A.  Terumbu Karang tepi(fringing reef)

  • Puncak terumbu (reef crest).
  • Lereng terumbu(barrier reef)

B.  Terumbu karang penghalang(barrier reef)

C. Terumbu karang cincin \atol

D. Terumbu karang oseanik

 

Reproduksi terumbu karang ;

A. Pembiakan seksual

  • Terjadi melalui penyatuan gamet jantan dan betina untuk membentuk larva bersillia yang disebut planula . kemudian polip akan melakukan pembiakan adseksual.

B.  Pembiakan aseksual 

  • Dilakukan dengan cara fragmentasi sehingga terbentuk polip-polip baru yang saling menempel sampi terbentuk kloni yang besar dengan bentuk beragam sesuai dengan jenisnya.

 

Faktor pembatas perkembangan karang 

  • Suhu air lebih dari 180c ,tetapi bagi perkembangan optimal diperlukan suhu tahunan rata-rataberkisar antara 23-250c dengan suhu  maksimal yang masih dapat ditelorir berkisar antara 36-400c. m
  • Kedalaman perairan <50 m dengan kedalaman bagi perkembangan optimal pada 25 m atau ai kurang . ran
  • Selinitas air yang konstan berkisar antara 30-36%.
  • Perairan yang cerah ,bergelombang besar dan be bas dari sedimen .

Rantai makanan ditekosistem terumbu karang  berlebih dapat menyebabkan peledakan populasi biota yang menjadi mangsa ,sehingga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.  

 

Komposisi biota terunbu karang

  • Beranekaragam Avertebrata terutama ;karang batu (stony coral) juga sesbagai crustacean :siput,dan karang-karangan,eksinodermata:bulu babi, anemone laut, teripang,bintang laut dan lili laut.
  • Beraneka ragam ikan ;50-70% ikan karnivora oportuniti,15% ikan herbivora dan sisanya omnivore.
  • Beranekaragam reftil;contoh:ular laut dan penyu laut.
  • Beranekaragam Ganggang dan rumput laut;contoh:algae coraln,algae hijau berkapur dan lamun.

 

Manfaat  Terumbu karang sbb:

+ Sumber makanan

+Perikanan

+Pariwisata

+Bahan obat-obatan

+Bahan baku berbagai industry

+Pertahanan pantai

+Pendidikan dan riset

+Kawasan konservasi laut

 

Peranannya sbb:

a.  Perlindungan pantai dan hempasan ombak dan arus kuat yang berasal dari laut.

b. Sebagai habitat dan tempat berbagai macam makanan ,tempat hasuan dan pembesaran ,tempat pemijaan berbagai biota yang hidup di terumbu karang atau dekitarnya.

Pemamfaatannya sbb:

  • Sebagai tempat penangkapan berbagai jenis biota laut konsumsi dan berbagai jenis ikan hias.
  • Bahan konstruksi bangunan dan bahan pembuatan kapur
  • Bahan perhiasan
  • Bahan baku farmasi .

 

Faktor terumbu karang rusak sbb:

a. Gangguan alami;

+Gunung api

+Gempa bumi

+Tsunami

+Pemangsa

+Perubahan klim global

b.  Gangguan Manusia;   

+Tangkap lebih

+Perikanan destruktif

+Pemboman

+Penggunaan racun

c. Penambangan

+Pencemaran

+Sedimentasi

+Pariwisata Pengerukan ,pengurangan dan pembangunan pantai

 

Akar masalah  perusakan terumbu karang sbb:

+Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat

+Kemiskinan

+Keserakaan

+Kebijakan dan strategi pengolahan yang tidak jelas

+Keemahan kerangka perundang-undangan dan penegakan hokum

+Sumberdaya yang terbuka untuk umum

+Permintaan pasar perilaku konsumen.

+Kapasitas dan kapabilitas pengelolah

+Metode pengelolahan yang kurang memadai