TEKNIK PEMINDAHAN BIAKAN MIKROBA SECARA ASEPTIK

Laporan Praktikum ke- 3                                                                                                                   Hari/Tanggal : Rabu/ 26 September 2012

m.k. Dasar-dasar Mikrobiologi Akuatik                                                                                      Kelompok        : IV

Asisten             : Tia Oktaviani

 

 

TEKNIK PEMINDAHAN BIAKAN MIKROBA

SECARA ASEPTIK

Disusun oleh:

Ermianus Samalei

C14110086

 

 

DEPARTEMEN BUDIDAYA PERAIRAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2012

 

I. PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan mikroorganisme untuk pertumbuhannya. Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi media berupa molekul-molekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel. Dengan media pertumbuhan dapat dilakukan isolat mikroorganisme menjadi kultur murni dan juga memanipulasi komposisi media pertumbuhannya (Machmud, 2008 ).

Teknik aseptis sangat penting dalam pengerjaan mikrobiologi yang memerlukan ketelitian dan keakuratan disamping kesterilan yang harus selalu dijaga agar terbebas dari kontaminan yang dapat mencemari. Populasi mikroba di alam sekitar kita sangat besar dan komplek. Udara merupakan media masuknya suatu kontaminan ke dalam wadah kultur bakteri. Keragaman yang luas dalam hal tipe nutrisi diantara bakteri, diimbangi oleh tersedianya berbagai macam media yang banyak macamnya untuk kultur murni.  Macam media tersebut dapat dibagi berdasarkan bentuknya dan susunannya. Berdasrkan bentuknya, media dibagi atas media cair, semi cair dan padat.  Sedang menurut susunannya, media dapat dibagi atas media kompleks dan media sintetik. Adapun dalam percobaan ini, jenis media yang digunakan adalah jenis media SWC (Sea Water Complete) dan dan NB (Nutrient Broth) serta bakteri yang digunakan adalah Pseudoalteromonas sp.

 

1.2 Tujuan

Mempelajari tekik pemindahan atau  transfer mikrob dari satu media ke media yang lain secara aseptik.

 

 

II.                METODOLOGI

 

2.1 Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 19 September 2012 bertempat di Laboraturium Kesehatan Ikan pada pukul 07.00-10.00 WIB. Selain itu, dilakukan pengamatan pada hari Kamis, tanggal 20 di Laboraturium Kesehatan Ikan, Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

 

2.2 Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan adalah satu rak tabung, 2 tabung kosong bersumbat, 1 tabung agar miring, pembakar bunsen, lup inokulasi/jarum ose, dan alkohol 70%. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah 1 tabung agar miring SWC (Sea Water Complete), biakan agar miring isolat A berumur 24 jam, dan 2 tabung NB (Nutrien Broth).

 

2.3 Prosedur Kerja

2.3.1 Pemindahan Biakan pada media cair

            Alat dan bahan yang digunakan disiapkan terlebih dahulu di atas meja kerja. Lub inokulasi/jarum ose dipanaskan diatas pembakar bunsen hingga seluruhnya memijar. Kemudian kedua sumbat tabung reaksi dibuka dengan menggunakan jari kelingking untuk sumbatan tabung reaksi pertama dan untuk tabung reaksi kedua dengan menggunakan jari disekitarnya. Tabung reaksi yang telah dibuka penyumbatnya didekatkan di dekat api agar tidak ada mikroba dari luar masuk ke dalam pemindahan biakan mikroba tersebut. Kemudian jarum ose dimasukkan kedalam salah satu tabung reaksi untuk mengambil biakan dan memindahkannya ke dalam tabung lainnya yang menjadi tempat tumbuhnya atau sebagai sampel pengamatan dan mulut kedua tabung reaksi tersebut dipanaskan kembali agar tetap dalam keadaan steril. Tabung reaksi yang sudah dipanaskan ditutup kembali dan hasil pemindahan yang menjadi objek pembiakan diberi label agar mudah dikenali serta kedua tabung tersebut diletakkan kembali ke dalam rak tabung reaksi. Sementara jarum ose tetap disterilkan kembali dengan cara dibakar kembali agar bisa digunakan dalam pemindahan biakan yang lainnya.

 

2.3.2 Penggoresan biakan pada agar miring

            Untuk penggoresan biakan dapat dilakukan hampir sama dengan metode di atas namun, dalam kasus ini dilakukan pada agar miring yaitu pemindahan sejumlah kecil bakteri isolat A ke dalam tabung yang berisi agar miring SWC steril dengan cara meletakkan lub inokulasi bulat yang telah berisi bakteri pada dasar kemiringan agar dan ditarik kearah mulut tabung dengan gerakan zig-zag. Tabung yang sudah digoresin biakan bakteri dapat ditutup dengan rapat dan diberi label serta semua tabung dapat dikembalikan pada raknya. Lub inokulasi yang dipakai dapat disterilkan kembali dengan membakarnya pada bunsen pembakar.

 

 

III. HASIL  DAN  PEMBAHASAN

 

3.1 Hasil

Berikut ini adalah data hasil pemindahan biakan mikroba pada media cair dan media SWC agar miring yang dilakukan oleh masing-masinng pratikan kelompok empat.

 

Tabel 1. Hasil pemindahan biakan mikroba pada media SWC cair

No

Sampel

Warna media

Foto

Keterangan

1

Hilda Kemala P.

Bening

_

2

Anna Nurkhasanah

Bening

 

_

3

Mulyati Hasana

bening

 

_

Keterangan :    +          = kontaminan

-                      = tidak ada kontaminasi

 

Dari hasil pemindahan biakan mikroba pada media cair di atas terlihat bahwa tidak ada sampel yang terkontaminan (- ). Ketiga sampel pembiakan mikroba pada media cair tersebut terlihat jernih artinya bebas dari kontaminan.

 

Tabel 2. Hasil pemindahan biakan mikroba pada media SWC agar miring

No

Sampel

Warna media

Foto

Keterangan

1

Ermians Samalei

Orange

_

2

Ahmad Mukhlis H

Orange

 

_

3

Muhammad Idris

orange

 

­_

4

Naufal Dwi R.

Orange

_

­

Keterangan :    +          = ada kontaminasi bakteri

-                      = tidak ada kontaminasi

 

Dari hasil pemindahan biakan mikroba pada media SWC agar miring di atas terlihat bahwa tidak ada sampel yang terkontaminan (- ).  Hal ini ditadai dengan terlihatnya tabung agar miring SWC tampak koloni berwarna merah/orange dan seragam.

 

 

IV.             PEMBAHASAN

Pada pratikum ini media yang digunakan adalah media cair dan padat. Media cair yang digunakan yaitu untuk melihat apakah pengerjaan pratikan aseptik atau tidak dengan prosedur yang diberikan. Namun pada media padat, yaitu untuk melihat apa bekteri yang digunakan itu tumbuh atau tidak dengan teknik menggores. Bakteri yang digunakan pada saat pratikum ini adalah Pseudoalteromona sp, dimana bakteri ini telah digores sebelumnya pada media lalu pratikan menggunakannya untuk menggores kembali ke media baru untuk ditumbuhkan.

Nutrient Agar (NA) merupakan media yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri, media ini dipanaskan agar mencair, kemudian sedikit didinginkan sehingga suhunya kira-kira 40-50°C, pendinginan ini dilakukan untuk mendapatkan suhu yang ideal sehingga agar tidak mengeras namun tidak terlalu panas yang mengakibatkan kematian koloni yang akan dibiakkan. Kegunaan dari Nutrient Agar adalah untuk kultivasi dan perawatan sebagian besar dari mikroorganisme. Komposisi dari Nutrient Agar adalah agar sebanyak 15 gram, pepton sebanyak 5 gram, NaCl sebanyak 5 gram, ekstrak yeast sebanyak 2 gram dan ekstrak kaldu sebanyak 1 gram (Atlas 1946).

Sea Water Complete (SWC) merupakan media yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri, khususnya bakteri air laut. Komposisi dari SWC yang dibuat pada praktikum kemarin adala yeast ekstrack 0,4 gr, glycerol 1,2 mL, bakto pepton 2 gr, air laut 160 mL, dan aquades 100mL (Suriawiria 2008).

Hasil percobaan diketahui bahwa tidak ada  media yang tidak tumbuh oleh bakteri Pseudoalteromonas sp. atau dengan kata lain tidak ada satupun media yang pembiakan mikrobanya terkontaminasi oleh mikroba lainnya sehingga hasil yang didapat maksimal. Pada pembiakan media cair terlihat jernih dan pada media SWC miring terlihat warna merah dan seragam.

Teknik aseptik sangat diperlukan untuk menghindarkan mikroorganisme dari kontaminan yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba. Teknik aseptis digunakan sepanjang kegiatan berlangsung, baik alat, bahan, lingkungan sekitar maupun praktikannya. Untuk alat dan bahan praktikum dapat diterapkan metode sterilitas. Penguasaan teknik aseptik ini sangat diperlukan dalam keberhasilan laboratorium mikrobiologi dan hal tersebut merupakan salah satu metode permulaan yang dipelajari oleh ahli mikrobiologi  (Oram, 2001)

 

V.    KESIMPULAN  DAN  SARAN

 

4.1 Kesimpulan

            Teknik aseptik dalam proses-proses pengerjaan yang berkaitan dengan  mikrobiologi, memerlukan ketelitian dan keakuratan serta kesterilan yang harus selalu dijaga agar terbebas dari kontaminan. Penguasaan teknik aseptik sangat diperlukan dalam keberhasilan praktikum mikrobiologi dan hal tersebut merupakan salah satu metode permulaan yang harus dipelajari oleh seorang ahli mikrobiologi.  Kontaminasi pada media NA dan SWC dapat dilihat dengan melihat warna media, yaitu putih susu pada NA dan keruh pada SWC.

 

4.2 Saran

Hendaknya para praktikan sangat berhati-hati dalam melakukan pemindahan biakan agar tidak terjadi kontaminasi. Pada saat praktikum juga, sebaiknya praktikan harus tertib, kegiatan seperti mengobrol harus dikurangi agar tidak tedapat kontaminasi pada media, kecuali pada saat diskusi dengan asisten.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Atlas,R.M.1946.Handbook Of Microbiological Media 3th Edition.CRC Press: Amerika.

Machmud, M. 2008. Teknik Penyimpanan dan Pemeliharaan Mikroba. Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan, Bogor.

Suriawiria, Unus. 2008. Mikrobiologi Air. Bandung: PT. Alumni.

Oram, R.F. S., Paul. J. Hummer, Jr. 2001. Biology Living System. Glencoe Division Mc Millan Company. Waterville.